Saturday, September 7, 2013

Sebaik Lelaki - Sebaik Wanita


oleh Beny Mustofa @sekolahpernikahan.ning.com


"Sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik perilakunya pada istri. Akulah yang terbaik pekerti pada istriku." 
(HR. At-Tirmidzi)

"Tidaklah memuliakan wanita, kecuali lelaki mulia. Dan yang menghinakan wanita, pastilah lelaki hina." 
(HR. At-Tirmidzi)

"Sesungguhnya para istri suka jika kalian berdandan untuk mereka, sebagaimana kalian suka mereka behias untuk kalian." 
(Umar ibn Khatab)

"Jadilah seperti kanak-kanan jika dihadapan istri-istri kalian." 
(Umar ibn Khatab)

"Nikahkan anakmu dengan pria takwa, Jika cinta, dia akan memuliakannya. Pun jika tidak, dia takkan menyakitinya. 
(Hasan ibn Ali)

"Panggilan sayang Nabi untuk istri: Khumaira (yang pipinya merona), Aisy (yang penuh daya hidup), Muwaffaqah (yang dapat taufik)." 
(HR. Abu Ya'la)

"Nabi memencet hidung Aisyah jika dia marah, mencium keningnya, lalu menuntunnya berdoa dengan lembut."
(HR. Ibnu Sunni)

"Aisyah; 'Pekerjaan pertama yang dilakukan Nabi saat masuk rumah adalah bersiwak demi bersegar napas tuk keluarga'."
(HR. Muslim)


Lelaki terindah di mata wanita bukanlah yang paling tampan, melainkan yang bisa membuat sang Hawa merasa tercantik di dunia.

Lelaki tercinta bagi wanita, dia yang prasangka tak mengalahkan budi pekertinya; yang kemarahannya tak mengunci pintu maafnya.

Lelaki tergagah di hati wanita bukanlah yang paling kekar, melainkan yang mampu mendengarkan, memahami, dan mengerti curahan hatinya.

Lelaki teragung di jiwa wanita, bukan cuma yang rajin shalatnya, melainkan yang ketekunan ibadahnya membuahkan akhlak mulia.

Lelaki tershalih bagi wanita, bukan sekedar yang banyak ilmu agamanya dan hafalan Al-Qur'annya, melainkan yang kedua hal itu terterjemah di kepribadiannya.

Lelaki tershalih bagi wanita, bukan yang sekedar banyak ilmu agama dan rajin ibadahnya; tapi juga yang paling mulia akhlaknya.

Lelaki hebat tak suka berjanji. Tetapi begitu memutuskan mencintai, dia menyusun rencana tuk memberi dan bekerja mewujudkannya walau tersunyi.

Lelaki hebat berjuang melampaui wataknya. Seperti Abu Bakr; lembut dan santun tapi tak jadi lembek. Dia teguh dan tegar.

Lelaki kuat berjibaku menggenapkan sifatnya. Seperti Umar yang keras; dia tak beringas. Dia paling penyayang pada umat yang dipimpinnya.

Lelaki mengagumkan berkorban jiwa raga tuk sempurnakan karakternya. Seperti Utsman yang pemalu, egonya diruntuhkan kedermawanan.

Lelaki terhebat bagi wanita, bukanlah yang mampu membelikan segalanya; tapi yang ada di sisi; setia dalam tangis dan tawa.

Lelaki dahsyat memahami konsekuensi penampilannya. Seperti Ali yang periang dan easy going; dia singa saat perang, rahib di gelap malam.

Lelaki terkaya di angan wanita bukanlah yang terbanyak hartanya, melainkan dia yang penuh syukur pada Tuhannya. berjuang bagi keluaga.

Lelaki sejati lebih memilih BANGUN dan bukan jatuh, untuk cintanya. Agar cintanya menjadi istana megah menjulang; tinggi menggapai surga.

Lelaki bahagia adalah Salman; cinta tak bersambut bukan kepedihan. Dia sokong Abud Darda' sahabatnya, menikahi gadis yang dicintainya.

Lelaki jantan itu Ali; tak memintamu menunggu di batas waktu. Dia ambil kesempatan (itu keberanian) atau menyilakan (itu pengorbanan).

Lelaki jernih itu Zaid ibn Haritsah; dia yang anak angkat Nabi menikahi Ummu Aiman, ibu asuh Baginda, sebab gairahnya adalah surga.

Lelaki sederhana itu Abdurrahman ibn Auf; si kaya yang penampilannya tak berbeda dengan budaknya, khawatir surga tak terbayar oleh harta.

Lelaki bernyali itu Thalhah; yang saat 70 luka mengoyak badannya, dia berdoa: "Rabbi, ambillah darahku sekehendak-Mu, sampai Kau-ridha padaku!"

Lelaki adil itu Abu Ubaidah; Musuh yang ditaklukkannya pun berkata, "Kami lebih suka kalian kalahkan daripada menang bersama Byzantium!"

Lelaki teliti itu Khalid. "Tak kulewati lembah, bukit, sungai, dan apa pun tempat melainkan kupikirkan strategi yang kupakai di sana!"

Lelaki jujur itu Mubarak; Tiga bulan menjaga kebun anggur tak ditahunya beda matang, busuk, dan ranum; sebab tak sekali pun dia mencicipi.

Mubarak, lelaki lugu itu diambil menantu oleh tuannya sebab kebaikan agama, lalu lahirlah putra sang Alim-Zahid-Mujahid: Abdullah.

Lelaki hati-hati itu Idris, ayah Asy-Syafi'i, yang tak sengaja makan delima terhanyut lalu rela menikahi gadis "buta-tuli-bisu" demi halalnya.



Wanita tercantik bagi pria terbaik; bukanlah yang paling jelita, tapi dia yang dipandang memberi ketenangan; surga pun terbayang.

Wanita terkuat bagi pria semangat bukanlah yang merasa hebat, tapi yang menundukan diri dengan ibadat; menempatkan diri dalam taat.

Wanita terdahsyat bagi pria; bukan yang pesonanya memukau banyak mata, tapi yang siap jadi madrasah cinta bagi anak-anaknya.

Wanita paling kukuh di kehidupan pria: bukan yang tak pernah menangis, tapi senyumnya meneguhkan; air matanya pengingat takwa.

Wanita paling bermakna bagi pria bahagia; dia yang kala berpisah menenangkan, kala berjumpa menggelorakan, tiap masa saling menguatkan.

Wanita terkaya di hati pria bukan yang bertumpuk harta, tapi yang ridha pada halal semata; qana'ahnya jadi simpanan tak fana.

Wanita terindah di mata lelaki, adalah mereka yang membuat cemburu bidadari, kecantikannya merasuk ke jiwa; melintas batas usia.

Wanita paling kemilau dipandang pria, adalah dia yang mahkotanya pikiran jernih, liontin kalungnya hati yang ridha, gelangnya qana'ah.

Wanita paling hebat di hati suaminya adalah dia yang senyumnya menyembuhkan, tatapannya meneduhi, dan sambutnya menyegarkan.

Wanita paling berharga adalah ahli matematika: mengalikan kebahagiaan sampai tak hingga, membagi kesedihan sampai tak berarti.

Wanita yang bernilai itu pandai berhitung: menambah keyakinan hingga utuh, mengurang kagalauan hingga habis.

Wanita langit yang singgah hidup di bumi; wajahnya mengingatkan akan surga, ibadah dan bangun malamnya menghubungkanmu dengan Ilahi.

Wanita yang takjubi malaikat itu berilmu dan berkeadaban; dibaringkannya sang suami di pangkuan, dismak dan dibetulkannya hafalan Al-Qur'an.

Wanita yang dirindu surga, tuan putri para bidadari; ditunaikannya amanah Allah lahir dan batin; sebagai anak, saudari, istri, ibu, dan nenek.

Wanita yang tak disudi neraka; syaitan gigit jari oleh syukurnya, putus asa oleh istigfarnya, tepok jidat oleh ridha suaminya.



Semoga kita termasuk kedalam golongan, sebaik lelaki - sebaik wanita. Aamiin..