Thursday, August 29, 2013

Tentang Full Time Mom

makin banyak provokator tentang ajakan fulltime mom. Oke, saya sangat setuju kalau fulltime mom itu baik, bagus, dan keren, tapi...ga semua orang bisa menjalani hal itu. Berkaca dari hal itu, dulu ibu saya pernah vakum dari pekerjaannya selama beberapa tahun, yang biasanya pagi selalu tampil cantik necis, tangan kaki mulus wangi, tapi setelah standby selama berhari-hari hanya di rumah kasihan sekali saya. kakinya pecah pecah, bolong-bolong sampai-sampai saya yang waktu itu masih SD bilang "udah ibu kerja aja, kaki ibu jadi jelek kalau di rumah."

Buat ibu-ibu yang lagi setengah hati bekerja karena terpengaruh dengan godaan jadi fulltime mom, tenang..anak kalian ga akan cinta sama ART ko, saya masih cinta mati sama ibu saya, saya malah bangga tiap kali melihat ibu saya pergi dengan gaya necis, menjemput ke sekolah juga begitu. Saya selalu ingat, setiap kali saya Ujian, Ibu saya dengan penuh kesadarannya men-cutikan diri selama beberapa hari untuk mengantar saya ke sekolah, sampai SMA pun masih begitu. 

Hal aneh adalah, ibu saya yang seorang wanita karir masih selalu tau kalau ditanya orang anaknya kelas berapa? sekolah dimana? IPA/IPS? siapa aja teman-teman dekatnya? Beliau hafal di luar kepala.

Sebaliknya, tetangga saya yang standby all day dengan anaknya bingung pas ditanya, anaknya kelas berapa? main dimana? 
Jadi seharian si ibu kemana aja?? 
Iya sih ga semua ibu-ibu di rumah begitu tapi yakin ah kalo ibu kita kerja itu ya karena emang mereka punya  skill yang manfaat buat orang lain, ibu kita sayang sama kita ibu kita mikirin kita juga.

Kalau ada ibu karir yang terlalu senang dengan dunia kerjanya sampai anak-anaknya terlantar? Yaa yang pasti itu bukan ibu saya dan bukan saya juga heheh. Makanya pilih juga pekerjaan yang sekiranya cocok sama perempuan.

...dan karena kerja itu ga melulu soal uang, soal jabatan, tapi bertemu teman-teman, ngobrol, manfaat buat orang lain itu hiburan luar biasa. Ga semua wanita bisa dan tahan 24 jam standby di rumah, ga berarti mereka tidak memikirkan keluarga mereka. Kalau soal suami yang maksa buat standby 24 jam, berarti dia sudah harus sanggup tidak menjatah uang belanja, sudah sanggup untuk membukakan peluang buat istrinya untuk menghilangkan kejenuhannya di rumah. Entah memodalkan bisnis, memodalkan kursus jahit kek, atau apalah, karena seharian di rumah itu menyenangkan kalau hanya beberapa hari sodara.


No comments:

Post a Comment

Please leave your comment here..