Saturday, September 15, 2012

Bikin Paspor Online @ Kanim Tangerang (Part 1)

Bismillah, teknologi internet emang deh bikin lebih mudah. Ceritanya saya lg butuh bikin paspor sbg persiapan terbang ke negara mana saja yang mau nampung saya. Maka saya memutuskan membuat paspor nih, mulailah browsing2 mengenai harga bikin paspor, cara-caranya, lokasi pembuatan, dan lain-lain. Ternyata sekarang ini paspor sudah bisa dibuat jalur cepatnya dengan proses registrasi online. Begini qaqa cara-caranya :
  1. Masuk ke alamat ini 
  2. Isilah semua data yang ada tanda * (bintangnya). Pilih paspornya yg 48 lembar ya, kalo yang 24 lembar khusus buat TKI katanyaa sih begitu.
  3. Ada dokumen-dokumen yang perlu di upload, seperti : ijazah, KTP, KK, dan akte kelahiran ( semua dlm format .jpg dan greyscale).
  4. Kalo sudah maka kita bisa memilih tempat untuk proses foto, wawancara, & pengambilan paspor tsb. Katanya ga harus sesuai domisili ko, orang Tangerang bisa jg bikin di Kanim (Kantor Imigrasi) Jakarta.
  5. Setelah daftar, maka kita mendapatkan TANDA TERIMA PRA PERMOHONAN. Apakah itu? Tanda bukti buat ditunjukan ke Kanim u/ proses selanjutnya. Di dalam Tanda Terima itu ada jadwal hari dan jam pemrosesan (pendaftaran dr jam 08.00-11.00), lokasi Kanim, telpon Kanim, dan nomor registrasi. 
Setelah daftar online & menentukan jadwal pemrosesan, maka sekarang tibalah saatnya kita ke Kanim.  Apa yang musti dibawa ke Kanim? Dokumen asli (KTP, Ijazah terakhir, KK asli, Akte Kelahiran asli), bawa uang sekitar Rp.300.000, materai, alat tulis, dkk peralatan tempur buat nunggu. Pukul 09.00 saya sudah sampai di Kanim Kelas II Tangerang.
  1. Ambil form, surat pernyataan, & map kuning (gratis tetapi kalo paspornya mau pake sampul jd bayar Rp.3.000.
  2. Isi form sesuai dengan data asli yang di-input online kemarin.
  3. Isi surat pernyataan + tanda tangan di materai Rp.6.000. (Isi negara tujuan haha gw dengan pedenya nulis Australi, tujuan : melajutkan studi hyaaaks).
  4. balik ke tukang fotokopian u/ fotokopi KTP (diperbesar), KK, akte, ijazah.
  5. Serahkan fotokopian berkas (KTP, KK, Ijazah, akte) yang sudah dimasukan ke dalam map kuning, selanjutnya dokumen2 tersebut diverifikasi oleh bagian customer service.
  6. Kamudian berkas dikembalikan & sudah diberi nomor u/ ke loket 2 (khusus online regis, orang tua & hamil). Antrian di loket ini sepi coy, ga kaya ditempat yang regis offline.
  7. Sama mas2 ganteng yang jaga loket ditanya, nama? TTL?, mau kemana? sudah dapat universitasnya? jurusan apa? (gw rasa 2 pertanyaan terakhir pertanyaan rada modus gitu hahahaa).
  8. Menunggu dipanggil.
  9. Ting Nong, dipanggil ke loket 2 lagi kemudian dikasih berkas tanda terima permohonan, disuruh balik lagi jam 01.00 PM dihari yang sama u/ foto & wawancara. Wawancara musti nunjukin berkas asli. 

Dari datang sampai dipanggil di loket 2, semua hanya butuh waktu sekitar 1 jam, jadi saya nunggu lumayan juga tuh. Mana kemarin lagi bulan puasa, jd kantin ngga buka (ya iyalaah). Waktu nunggu ngapain? jalan-jalan muterin sampai bosen, baca qur'an, beraktifitas di musholanya, musholanya bersih gitu. Pas waktu zuhurpun rame deh. Nyaman pokonya, walaupun sekat antara ikhwan akhwatnya rada ngablak getoo. 
Sekitar jam 12.40 sya balik lagi ke TKP, taro nomor antrian di loket CS kemudian nunggu dipanggil untuk bisa dapat nomor antrian selanjutnya ke loket pembayaran. Jadi biaya paspornya brp? Rp. 255.000. Kalo udah bayar ngapain? Pindah duduk ke antrian foto & wawancara.

bersambung....

1 comment:

Please leave your comment here..