Thursday, June 21, 2012




"Jatuh cinta bisa dengan orang yang tepat... 

tapi di waktu yang salah."

Raditya Dika
Manusia Setengah Salmon

Monday, June 18, 2012

Caring Colours YCPA 2012




Huaaah, seneng banget rasanya bisa ikut acara Young Caring Profesional Award 2012, acara yang diadain oleh PT Marta Tilaar, melalui produk Caring Colour. dengan tiket yg hanya Rp. 75.000 saya dapat banyak banget inspirasi, terlepas dari diskon produk Caring Colour, lunch sepuasnya, Coffee Break yg mantap, huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaw this event trully DAEBAK!!

Acara award ini juga bukan seperti award yang biasa saya tonton di TV, yang biasanya identik dengan wanita cantik, single, tinggi, langsing, dan sedikit berwawasan hahaa.. wanita yang menjadi finalis YCPA bener-bener amazing, menjadi finalis saja sudah sangat keren sekali. Ada 19 finalis yang berasal dari background pendidikan yang berbeda, umur sekitar 20 - 35 tahun, ada yang masih single, ada yg "ibu rumah tangga", ada yang dosen, ada yang master degree in Turkey, ada yang banker, ada yang pengusaha batik, ada yang pemilik kebab Babarafi (tau kaan??), ada yang.... aaaah semua wanita-wanita keren, sumpah jiper banget ada disana. Mereka semua wanita-wanita cantik yang sebenarnya, ga nyesel deh ikutan ini. Belom lagi pembicara talkshow nya, semua mengambil tema yang sama C A R I NG
Caring for yourself
Caring for your your family, 
Caring for your company, 
Caring....
Ada beberapa inspirasi yang masih sangat membekas di otak saya dan membuat saya sangat bersemangat. Pembicara yang keren-keren itu, ada salah satunya Country Head Google Indonesia Mr. Rudy Ramawy, ini orang humble banget, gimana dia berbicara, berbagi, dan yang paling gw inget pas dia bicara di depan selama 20 menit itu, dia bawa catatan dengan kertas, Do you get what i think??? Dia itu Country Head Google Indonesia looooh, masih manual, keren sumpah, dia ga pake tab, ipad, atau apalah yang pastinya bakal membuat dia kelihatan lebih hi-tech, dan saya terpesona haha. Pas dia bicara pun, dia secara natural melihat catatan itu, manusiawi banget deh.

Comfort is scary
"am i growing? am i studying??.."
Kurang nyaman -> belajar -> tumbuh -> Taraaaaaa!! 
lahirlah Sang Multi talenta
Rudy Ramawy
Country Head Google Indonesia
Caring for your company is to create an IMPACT
Lain halnya dengan pembicara hebat lain, Alvin Adam tau?? yang jadi presenter Just Alvin di Metro TV. 
Work is Exciting!
Tidak ada sesuatu yang kebetulan dalam hidup
Alvin Adam 
Jurnalisme Rasa

Caring Colours Femme Talks 2012 Betti Alisjahbana 


Caring Colours Femme Talks 2012 - Renee Suhardono   


Stand up comedy @ Caring Colours Femme Talks 2012 

by Ernest Prakasa 


Caring Colours Femme Talks 2012 - Tri Mumpuni   


dan..ini yang paling best, 
Kalo semua orang mau melakukan "sesuatu" pasti akan ada hasilnya. 
I have not failed, I have just found 10.000 ways that won't work. 
"Jika gagal, diulangi lagi, gagal di ulangi lagi" 
"perempuan itu dikaruniai sabar, istiqomah, konsisten, fokus" 
"saya perempuan, saya sabar menunggu sampai saya mendapat apa yang saya inginkan" 
"My bussiness is beyond profit & beyond money" 
Caring for others adalah berbagi 
lakukan yang terbaik untuk orang lain, karena hal baik akan mengikuti
Tri Mumpuni

Sunday, June 17, 2012



A woman is like a tea bag-you never know how strong she is until she gets in hot water.


Eleanor Roosevelt
US diplomat & reformer (1884 - 1962)

Sunday, June 10, 2012

Why it is so hard to #moveon?

  1. why it is so hard to #MoveOn? | apakah karena senyum manisnya yang terlanjur mengakar di relung hatiku?
  2. why it is so hard to #MoveOn? | apakah karena menit-detik bersamanya terekam lengkap dan selalu memutarkan romantisme dalam kepala? 
  3. why it is so hard to #MoveOn? | apakah waktu tak dapat menghapus memoar yang selalu menampilkan nostalgia?
  4. why it is so hard to #MoveOn? | seolah setiap benda pemberiannya memiliki kenangan otonom, aku merasakannya dimanapun wajahku berpaling
  5. why it is so hard to #MoveOn? | namanya tanpa sadar kusebut, sukmaku merindukan saat-saat yang tak terulang laksana kabut 
  6. now, you're know, why it is so hard to #MoveOn | because you don't want to! you don't take it seriously! is it?
  7. cinta tak lebih dari perasaan yang terbiasa, it's not that hard to #MoveOn | menjadi sulit bila engkau berlebih-lebihan artikan cinta
  8. it's not that hard to #MoveOn | bila anda tak simpan kenangan-kenangan, baik fisik ataupun pikiran, beranilah untuk singkirkan semua 
  9. it's not that hard to #MoveOn | bila anda serius melakukannya karena Allah, berpisah dari maksiat, demi kebaikannya dan kebaikanmu 
  10. it's not that hard to #MoveOn | bila anda mau menyibukkan diri dalam perjuangan dan dakwah yang tak pernah cukup perhatian untuknya 
  11. it's not that hard to #MoveOn | siapkan diri demi kebahagiaan yang menanti didepan, bukan memaku diri karena yang belakang 
  12. it's not that hard to #MoveOn | bila anda mau lihat kedepan perhatikan jalan, bukan perhatikan kaca spion belakang 
  13. it's not that hard to #MoveOn | watch your talk and your walk, your mind and your friend, your memories and worries 
  14. Just #MoveOn | selalu ada jalan bagi yang ingin berjalan, tidak akan ada jalan bagi yang menutup mata 
  15. Just #MoveOn | waktu nggak bisa berbalik, masa lalu bukan untuk disesali, tapi dijadikan sebagai pelajaran 
  16. Just #MoveOn | banggalah atas keputusanmu bila itu karena Allah semata, karena mencintai Sang Pemberi Cinta 
  17. Just #MoveOn | ini bukan sinetron, termenung dan berlagak melow not helping, ini bukan komik remaja, get a life! 
  18. Just #MoveOn | cintailah umat dan berdakwahlah untuk selamatkan umat, Islam menanti anak muda yg siap korbankan nikmat demi surga 
  19. Just #MoveOn | don't feel sorry for someone that should say sorry for you, it's not worthy 
  20. Just #MoveOn | dekati Allah dengan berjalan, maka Allah akan dekatimu dengan berlari, dakwah adalah dunia tanpa galau negatif, yuk! :)

Ustadz Felix Siauw

Wednesday, June 6, 2012


...niat itu dimulai dengan benar dan dijalani dengan benar. Tidak cukup hanya awalan yang benar. Kelanjutannya juga perlu benar

Tuesday, June 5, 2012

Kisah Cinta Fathimah & Ali

“Kisah cinta Ali pada Fatimah. Tentang keikhlasan Ali saat mengetahui Abu Bakar melamar Fatimah, serta tentang kelapangdadaan Ali saat harus mengetahui lamaran Umar kepada Fatimah. Namun toh kedua lamaran itu berakhir penolakan. Hingga majulah sang Ali, pemuda miskin namun sosok pemberani melamar Fatimah dan berakhir dengan “Ahlan wa sahlan”, gumam Rasulullah.”



Kisah ini diambil dari buku Jalan Cinta Para Pejuang, Salim A.Fillah chapter aslinya berjudul “Mencintai sejantan ‘Ali”
Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya.Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn ’Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka’bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali. Mengagumkan!


‘Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.
”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali.
Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakr. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakr lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ’Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara ’Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya.
Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah. Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakr; ’Utsman, ’Abdurrahman ibn ’Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab.. Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti ’Ali.
Lihatlah berapa banyak budak Muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakr; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ’Abdullah ibn Mas’ud.. Dan siapa budak yang dibebaskan ’Ali? Dari sisi finansial, Abu Bakr sang saudagar, insya Allah lebih bisa membahagiakan Fathimah.
’Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin. ”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ’Ali.
”Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.”
Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.
Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu.
Lamaran Abu Bakr ditolak. Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri. Ah, ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakr mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum Muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh- musuh Allah bertekuk lutut.
’Umar ibn Al Khaththab. Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah. ’Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah ’Ali dan Abu Bakr. Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya ’Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin? Dan lebih dari itu, ’Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata, ”Aku datang bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku masuk bersama Abu Bakr dan ’Umar..”
Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah. Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana ’Umar melakukannya. ’Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam. Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam. Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir. Menanti dan bersembunyi.’Umar telah berangkat sebelumnya. Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka’bah. ”Wahai Quraisy”, katanya. ”Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah. Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ’Umar di balik bukit ini!” ’Umar adalah lelaki pemberani. ’Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah. Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak. ’Umar jauh lebih layak. Dan ’Ali ridha.

Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan.Itulah keberanian. Atau mempersilakan. Yang ini pengorbanan.
Maka ’Ali bingung ketika kabar itu meruyak. Lamaran ’Umar juga ditolak.
Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi? Yang seperti ’Utsman sang miliarderkah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah? Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi’kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri.
Di antara Muhajirin hanya ’Abdurrahman ibn ’Auf yang setara dengan mereka. Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa’d ibn Mu’adzkah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn ’Ubaidah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?
”Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan. ”Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi.. ”
”Aku?”, tanyanya tak yakin.
”Ya. Engkau wahai saudaraku!”
”Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?”
”Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!”
’Ali pun menghadap Sang Nabi. Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah. Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang.

Friday, June 1, 2012

Just because They didn't say something does not mean they forget everything! :') 

쿤토리아 짱~ 

Rain - I do [Translation]

We feel the same and slowly learn about each other
Someday we may possibly hear “I do”
In front of our friends we stay as just friends
But we know we’ll be together forever, I do

And I I wanna know.. Is it only me who can feel this way?
Or does your heart feel the same way my does?
Dreaming of always being together

I do I do These words say I’ll be with you forever, I do
Whenever I’m with you, carefully in my heart
I do I do wanna spend my life with you
I dream “I do” swear these precious words to you
I’m with you and you are beside me*

We hold hands and walk along ,our feet in time with each other
I seem to feel like we can always go together
And I need to know.. Is it only me who can feel this way?
Or does your heart feel the same way my does? Dreaming of always being together

Our love has just begun, we still haven’t everything
But for some reason I sometimes dream, I do I do I do
But for some reason I sometimes dream, I do I do I do