Saturday, July 3, 2010

pesan buat saya

Saya tulis ini bukan karena saya feminis atau apa ya..tapi opini dari keprihatinan yang ada di masyarakat terdekat saya aja,
Justify FullAwalnya cerita dari seorang ibu-ibu yang dateng ke rumah saya, kira2 bgini dialognya..
F : fatimah
I : ibu -ibu

I : Assalamu;alaikum ( si ibu dateng ke rumah, smbil gendong anak balitanya )
F : Wa'alaikumsalam, ada apa ya bu? ( sambil garuk2 bingung*siapa nih ibu?)
I : kaka, saya yg rumahnya di kontrakan itu deket kebon pepaya,,
disini ada ngaji ya ka tiap malem ( masih diluar pager rumah)
F : Oh bukan ibu, itu les b.inggris, masuk dulu yu bu..
I : ga usah kaka, disini aja. itu..saya kmrn liat anak-anak malem2 pada pake kerudung, saya tanya "mau kmn?" jawab anak2 :"mau les"
F: iya tiap malem sabtu sama malem minggu ada les inggris bu disini,
I : kaka, boleh titip anak saya, biar ikut les disini
F: iya gpp bu tp jgn bnyk2 ya soalnya tempatnya sempit
I : iya ka, cuma 4 ko (?????),
------------blablabla..--------------------
F : ya udah nti dateng aja pas malem sabtu ke sini,
I : makasih ya kaka, nama kaka?
F : panggil aja ka mima

Nah, singkat cerita si ibu dan anak2nya ga dateng tuh pas malem sabtu,, pas ketemu sayapun si bu jutek gtu ga seramah waktu kerumah. Usut punya usut, saya tanyalah ke ibu saya background ttg ibu itu, ternyata...si ibu punya 4 anak dan emng rumahnya di kontrakan yg kmrn dia bilang, plus yg buat agak sedikit kaget..si ibu adalah istri kedua yang kontrakannya sebelahan sama istri pertamanya ( oh tidaaak!), mana suaminya preman, ko bisaaa..

Setelah denger background nya dari bu saya, mirislah jadinya..
  1. Dia ingin anaknya pintar dengan fasilitas seadanya ( salut bgt )
  2. Dia masih memikirkan pendidikan anaknya padahal kondisinya sulit ( saya tahu benar kehidupan ekonomi kontrakan itu)
  3. Si ibu masih bersemangat menjadikan putra putrinya menjadi anak sholih dan sholihah ( dilihat dari usahanya cari tempat ngaji dan lain-lain)
  4. Dibalik semua keinginan mulia diatas..satu yang saya sesalkan..mengapa dia memilih bapa dari anak2nya orang yang tidak bisa memberikan contoh buat anak2nya?dan menyemangati dirinya
Sekarang, saya jadi berpikir kenapa dulu si ibu bisa mau sm suaminya. Apa yang diharapkan? sholih ngga, dari keluarga baik2 juga engga, dari keluarga berada juga apalagi..jadi istri kedua pula
Jadi apa si buuu alasannya????
Padahal, suami kan akan menjadi bapak dari anak2 kita bu, setidaknya suami akan jadi imam kita bu, minimal sholih dan taqwa bukan??

Saya jadi mikir-mikir lagi, secara umum "kenapa wanita mau saja dibohongi dengan kegemerlapan seorang pria sebelum menikah? " dan "apa si yang dipikir wanita ketika berani menerima pria yg dari awal sudah kelihatan ga baiknya?"
Kenapa wanita kadang melakukan tindakan bodoh yang akhirnya menyengsarakan dirinya dan anak2nya, jangan silau dengan mobil mentereng dong, jangan mau dikibulin sama pria2 yang doyannya cuma memamerkan harta-hartanya, jangan jadi bodoh dong kalo dijanji-janjiin hidup enak pasca menikah,
emang menikah cuma makan harta doang, memangnya anak kita akan jadi anak sholih dan sholihah kalo disuapin sama uang?

Apalagi kalo kamu sampai terbuai dg rayuan pria2 yang cuma menginginkan tubuh indahmu ketika waktu gadis, kamu tahu..dg pria itu kamu akan dibuang ketika tubuhmu mulai keriput dan berlemak di sana sini., dan dia akan mencari seorang yang "lugu" seperti dirimu. Pria baik-baik akan menjaga dirimu sampai saat kamu halal untuknya..

Saudariku,, sekarang sudah banyak yang bernasib begitu,

1 comment:

Please leave your comment here..