Sunday, July 11, 2010

Review dikit aja

Browsing sambil baca review tentang operasi plastik, bikin saya makin bersyukur, alhamdulillah yaa Allah..

Berhubung lagi suka bgt sm drama bahkan musik Asia Timur sonoh mrgreen..jadi, pengin tau tentang budaya bahasa dll ttg mereka..Nah, ketemulah sama sebuah kesimpulan dari beberapa bacaan yang dibaca. Dengan segala kehebatan mereka dalam pembuatan teknologi. Parahnya, kebanyakan masyarakat Asia Timur ga memiliki agama yg bener2 mereka pegang teguh, maksudnya banyak dr mereka udah masuk ke salah satu agama tertentu yang masih di campur dg adat. Kalo di Islam yg musti di pegang teguh kan aqidah, kalo mereka saya masih meragukan apa makna dan tujuan mereka beragama.

Makanya banyak dari mereka stress dan berujung pada bunuh diri. Mereka ga pernah tahu ya, siapa tuhan? tempat mereka bisa berkeluh kesah dengan sangat terbuka, yang keberadaannya bahkan lebih dekat dengan urat leher kita. Kasihan ya..

Belom lagi banyak dari mereka yang oplas hampir semua bagian tubuhnya, kulit yang putih mulus pada pengin cokelat ( hadeeuuh..kalo orng sini mah pada bleaching biar putih), mata pada di belo-in ( alhamdulillah ya Allah,, saya dikasih bukan hanya double eyelid tp bahkan triple), kan Allah menciptakan dengan sebaik-baik bentuk. Emang dasar ya manusia susah bener bersyukur. Allah berfirman :

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
QS. Ibrahim (14) : 7
Semoga mereka bisa menemukan kebenaran dan akhirnya bisa bersyukur, amiin

Saturday, July 3, 2010

pesan buat saya

Saya tulis ini bukan karena saya feminis atau apa ya..tapi opini dari keprihatinan yang ada di masyarakat terdekat saya aja,
Justify FullAwalnya cerita dari seorang ibu-ibu yang dateng ke rumah saya, kira2 bgini dialognya..
F : fatimah
I : ibu -ibu

I : Assalamu;alaikum ( si ibu dateng ke rumah, smbil gendong anak balitanya )
F : Wa'alaikumsalam, ada apa ya bu? ( sambil garuk2 bingung*siapa nih ibu?)
I : kaka, saya yg rumahnya di kontrakan itu deket kebon pepaya,,
disini ada ngaji ya ka tiap malem ( masih diluar pager rumah)
F : Oh bukan ibu, itu les b.inggris, masuk dulu yu bu..
I : ga usah kaka, disini aja. itu..saya kmrn liat anak-anak malem2 pada pake kerudung, saya tanya "mau kmn?" jawab anak2 :"mau les"
F: iya tiap malem sabtu sama malem minggu ada les inggris bu disini,
I : kaka, boleh titip anak saya, biar ikut les disini
F: iya gpp bu tp jgn bnyk2 ya soalnya tempatnya sempit
I : iya ka, cuma 4 ko (?????),
------------blablabla..--------------------
F : ya udah nti dateng aja pas malem sabtu ke sini,
I : makasih ya kaka, nama kaka?
F : panggil aja ka mima

Nah, singkat cerita si ibu dan anak2nya ga dateng tuh pas malem sabtu,, pas ketemu sayapun si bu jutek gtu ga seramah waktu kerumah. Usut punya usut, saya tanyalah ke ibu saya background ttg ibu itu, ternyata...si ibu punya 4 anak dan emng rumahnya di kontrakan yg kmrn dia bilang, plus yg buat agak sedikit kaget..si ibu adalah istri kedua yang kontrakannya sebelahan sama istri pertamanya ( oh tidaaak!), mana suaminya preman, ko bisaaa..

Setelah denger background nya dari bu saya, mirislah jadinya..
  1. Dia ingin anaknya pintar dengan fasilitas seadanya ( salut bgt )
  2. Dia masih memikirkan pendidikan anaknya padahal kondisinya sulit ( saya tahu benar kehidupan ekonomi kontrakan itu)
  3. Si ibu masih bersemangat menjadikan putra putrinya menjadi anak sholih dan sholihah ( dilihat dari usahanya cari tempat ngaji dan lain-lain)
  4. Dibalik semua keinginan mulia diatas..satu yang saya sesalkan..mengapa dia memilih bapa dari anak2nya orang yang tidak bisa memberikan contoh buat anak2nya?dan menyemangati dirinya
Sekarang, saya jadi berpikir kenapa dulu si ibu bisa mau sm suaminya. Apa yang diharapkan? sholih ngga, dari keluarga baik2 juga engga, dari keluarga berada juga apalagi..jadi istri kedua pula
Jadi apa si buuu alasannya????
Padahal, suami kan akan menjadi bapak dari anak2 kita bu, setidaknya suami akan jadi imam kita bu, minimal sholih dan taqwa bukan??

Saya jadi mikir-mikir lagi, secara umum "kenapa wanita mau saja dibohongi dengan kegemerlapan seorang pria sebelum menikah? " dan "apa si yang dipikir wanita ketika berani menerima pria yg dari awal sudah kelihatan ga baiknya?"
Kenapa wanita kadang melakukan tindakan bodoh yang akhirnya menyengsarakan dirinya dan anak2nya, jangan silau dengan mobil mentereng dong, jangan mau dikibulin sama pria2 yang doyannya cuma memamerkan harta-hartanya, jangan jadi bodoh dong kalo dijanji-janjiin hidup enak pasca menikah,
emang menikah cuma makan harta doang, memangnya anak kita akan jadi anak sholih dan sholihah kalo disuapin sama uang?

Apalagi kalo kamu sampai terbuai dg rayuan pria2 yang cuma menginginkan tubuh indahmu ketika waktu gadis, kamu tahu..dg pria itu kamu akan dibuang ketika tubuhmu mulai keriput dan berlemak di sana sini., dan dia akan mencari seorang yang "lugu" seperti dirimu. Pria baik-baik akan menjaga dirimu sampai saat kamu halal untuknya..

Saudariku,, sekarang sudah banyak yang bernasib begitu,